MEMBANGUN Sosial dan Ilmu Politik , Universitas Komputer Indonesia

MEMBANGUN BISNIS TOKO KUE

KHAS DAERAH BELITUNG

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

 

Fakultas Ilmu   Sosial dan Ilmu Politik , Universitas
Komputer Indonesia

(Chelsa  Jelita Sandewi)

Email: [email protected]

 

Abstract

This
research is conducted to open a typical cake shop business in Belitung, where
no one has opened up this business opportunity and also needed by society. With
a typical cake shop Belitung region will also increase the increase tourism,
regional economic improvement, and open jobs for local communities. This pastry
shop has a target audience that is, tourists from outside and community
stempat. For tourists outside, can introduce a typical culinary tour in
Belitung region. Being for the local community, can buy cakes for everyday
consumption or for certain events. The strategy used in marketing, using the 7
mix promotion strategy. Competitors themselves with a small possibility exist,
because it has a very big chance to open the bakery in with a specific target.

Keyword:
strategy, mix promotion, target.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

I.                   
Pendahuluan

Belitung
adalah salah satu tempat destinasi wisata yang menjadi incaran banyak
wisatawan, baik dalam negri maupun luar negri. Pulau Belitung menjadi sangat
eksis setelah kemunculannya Film Laskar Pelangi, yang diangkat dari novel karya
Andrea Hirata. Keindahan pesona pulau Belitung memikat wisatawan, dimana wisata
bahari menjadi tujuan utama. Pantai dan laut yang indah, banyak aktivitas yang
dapat dilakukan seperti bersantai di pantai, snorkeling, diving, dan fishing
adalah aktivitas yang menjadi incaran. Untuk menunjang pariwisata Pulau
Belitung juga menawarkan Wisata yang lainnya, salah satunya adalah wisata
Budaya. Meski tidak begitu hits dibandingkan
wisata Bahari, wisata Budaya juga banyak diminati. Wiata budaya ini seperti,
perayaan syukuran masyarakat daerah, selamat kampong dan/ acara sakaral
lainnya. Selain itu juga wisata Kuliner sangat dicari oleh wisatawan, meski
hanya beberapa makanan yang sangat terkenal atau diminati oleh wisatawan.
Seperti  Mie Belitung atau yang biasa
disebut oleh masyarakat Belitung adalah mie rebus, Gangan, Ketam isi, Kopi
Kongdjie dan makanan ringan seperti berbagai macam kerupuk olahan ikan. Sudah
sangat banyak tempat yang menjual makanan seperti yang dijelaskan di atas,
karna itu wisatawan tidak perlu bingung untuk mencari kemana jika ingin
mencicipi kuliner khas Belitung itu.

 

Gambar 1 :Mie Rebus Belitung

 

Sumber
:http://tutoba.com/wp-content/uploads/2017/10/mi-belitung.jpg

Mie Rebus
belitung adalah makanan yang terbuat dari mie kuning dengan toping tahu,
kentang, toge, disiram dengan kuah coklat penuh rempah-rempah dan berisi udang,
lalu dilengkapi dengan emping atau kerupuk melinjo.

 

Gambar 2:Ketam Isi

Sumber
:

https://pbs.twimg.com/media/COWITZbUYAASaNs.jpg

 

 

Gambar 3 : Kopi Kondjie

Sumber:https://www.facebook.com/kongdjie/photos/a.1844540735824010.1073741829.1681058882172197/1936975686580514/?type=3&theater

 

Gambar 4 :Kerupuk

Sumber:http://belitungoktour.com/wp-content/uploads/2016/03/belitung-82.jpg

 

Sebetulnya wisatawan
hanya menunggu objek tempat yang marak dikunjungi atau tempat yang sudah sangat
terkenal. Tempat ini tergantung masyarakat Belitung sendiri yang menyajikannya/
mengolahnya, Jadi menurut penulis sebagai masyarakat asli Pulau Belitung,
sangat sayang jika peluang wisata yang begitu banyak belum tereksplorasi
sedemikian rupa, jika memang menunjang perekonomian masyarakat dan daerah.
Pengmebangan wisata masih tentang wisata Alam dan wisata Bahari yang masih
diprioritaskan. Dan wisata Kuliner juga harus dikembangkan, namun pihak yang
mengembangkanpun sedikit. Karna itu peluang untuk membuka bisnis kuliner Kue
Khas Belitung memiliki peluang yang sangat besar. Meskipun ada beberapa tempat
yang menjual kue tersebut, akan tetapi macam – macam kue yang ditawarkan tidak
begitu lengkap. Dan terkadang jika ingin membeli harus memesan terlebih dahulu
kue yang diinginkan. Toko Kue Khas Belitung akan menyajikan berbagai macam kue
khas Belitung, baik yang biasa dikonsumsi sehari-hari, kue yang saat ini jarang
ditemui, serta kue untuk acara-acara tradisi/adat daerah Belitung. Kue tersebut
terdiri dari berbagai macam kue basah maupun kue kering. Jadi wisatawan tidak
hanya mengeksplorasi wisata bahari atau alamnya saja, tetapi wisata kuliner
yang bisa mereka ceritakan pada orang lain. Atau dengan sendirinya mereka akan
mempromosikan tanpa disadari. Dan untuk masyarakat setempat agar dapat menjaga
serta melestarikan budaya daerah Belitung agar tidak terkikis oleh jaman. Dengan
membuka bisnis ini selain menambah perekonomian dan pariwisata daerah Belitung,
maka dapat pula membuka lapangan pekerjaan dan mengurangi tingkat pengangguran
di daerah, masyarakat dapat menjadi karyawan toko kue sebagai pembuat kue,
kasir, pelayan, admin sosmed atau management keuangan. Serta dapat pula
memajukan masyarakat yang lebih kreatif dan inofatif.

 

II.                
METODE

Untuk
memilih responden/khalayak  sebetulnya
tidak diperlukan, karna sudah bisa dilihat sangat jelas mana yang akan menjadi
khalayak sasaran. Karena tidak dikhususkan pada siapa spesifik target sasaran
yang dituju. Dan tidak harus membuat sebuah polling pertanyaan apakah sangat
dibutuhkan untuk membuka toko kue khas daerah Belitung ini, karena jika dilihat
dari segi kebutuhan dan pasar sangat dibutuhkan dan belum ada yang memenuhi
kebutuhan tersebut. Untuk segmentasi pasar, secara demografis ialah ditujukan seluruh
masyarakat/orang yang berada di daerah Belitung, baik wisatawan luar maupun
masyarkat asli setempat. Usia yang dituju dimulai dari rentang umur 5 tahun
keatas. Sedang gender khalyak yang dituju yaitu perempuan, laki – laki, anak –
anak, remaja, dan dewasa.

Jika
dilihat dari market positioning, toko kue ini memiliki potensi untuk terus
berkembang, karena apa yang ditawarkan tidak dipenuhi oleh perusahaan/pihak
lain/saingan. Toko kue ini sangat dibutuhkan, karena memang belum ada yang
menjual kue  khas daerah,dan kalaupun ada
yang menjual harus memesan terlebih dahulu. Kue yang ditawarkanpun tidak begitu
lengkap atau bermacam-macam  serta
kemungkinan kecil untuk mengkonsumsi sehari – hari, maupun untuk dikenalakan
pada wisatawan sebagai daya tarik wisata, peningkatan wisata, dan peningkatan
perekonomian. Tidak hanya itu dapat pula mengngatkan masyarakat setempat untuk
tetap menjaga dan melestarikan budaya yang ada pada lingkungan sendiri, agar
tidak tergerus oleh jaman modern saat ini.

Untuk
 Market Entry Strategy ialah strategi
perusahaan untuk memasuki segmen pasar yang dijadikan pasar sasaran penjualan.
Dimana salah satu strategi memasuki suatu segmen pasar dapat dilakukan dengan
cara kerjasama dengan perusahaan lain. Itu berarti harus bekerja sama dengan
beberapa travel wisata untuk mempromosikan toko kue kepada wisatawan dan
menjadikan salah satu tawaran wisata yang akan dikunjungi. Wisatawan bisa tahu
dan mencicipi kue yang ditawarkan, karena makanan adalah diminati oleh semua
orang. Sedangkan Feedback yang didapatkan oeh travel itu sendiri, berarti pihak
travel memiliki tambahan tujuan tempat wisata serta dapat meningkatkan harga
wisata yang ditawarkan tersebut.

Sedang
jika menurut Marketing Mix Strategy ialah:

1.      
Product

Dimana unsur produk dibagi menjadi 2 yaitu fisik dan
juga digital. Dalam strategi ini, tentu perlu memperhatikan kualitas dari
produk yang akan ditawarkan. Ini mengartikan bahwa harus menjual produk/kue ke
calon pembeli yang merasa mereka butuh untuk membeli. Seperti wisatawan mereka
pasti ingin membeli, karena makanan pasti dinikmati oleh semua orang maupun
semua kalangan, juga tujuan mereka adalah berwisata itu berarti wisata kuliner
adalah wisata yang mereka cari, dan masyarakat asli Belitung. Untuk  bentuk/warna/ukuran/rasa produk/kue dalam
pembuatannya akan diperketat agar tidak berubah untuk menjaga kualitas produk
mungkin ada beberapa kue yang akan dikembangkan, namun tidak akan mengubah yang
sudah ada. Karena itu karyawawan yang membuat kue harus sesuai dengan SOP dalam
pembuatannya, agar tidak ada rasa yang berbeda dan semua sama, meski dalam
jangka waktu yang lamapun tidak akan berbeda dan tetap sama. Seperti menggoreng
harus dalam waktu 5 menit, atau menggunakan garam dengan takaran 2 ½ sendok the
di setiap adonan kue.

 

2.      
Price

Jumlah yang dibutuhkan untuk mendapatkan kombinsasi
antara baarang dan juga pelayanannnya. Jika produk sudah siap jual, maka baru
akan menentukan harga dari produk itu sendiri. Untuk kisaran harga produk/kue
adalah Rp 1.000 – Rp 2.000 /kue. Untuk harga kemungkinan akan berubah sesuai
dengan kondisi lingkungan sekitar. Tapi dipastikan harga terjangkau untuk semua
kalangan masyarakat. Hal ini perlu dijaga sebagai loyalitas terhadap
khalayak/pelanggan. Dan menjaga brand image perusahaan, bahwa perusahaan
mengkondisikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, bukan sekedar mencari
keuntungan utnuk perusahaan sendiri.

 

3.      
Promotion

Promosi adalah sebuah aktivitas penyebaran informasi
yang bersifat membujuk, mempengaruhi, atau mengingatkan pasar bahwa produk
sudah siap untuk dibeli. Promosi juga bisa dikatakan sebagai salah satu cara
untuk meningkatkan penjualan produk. Akan dilakukan beberapa promosi saat
membuka toko kue, yaitu mengiklankan menggunakan baliho atau spanduk dibeberapa
tempat yang menjadi pusat keramaian. Karna membuat official account di social media, akan dibuat foto dan video
seputar brand image serta produk untuk menarik perhatian. Sebelum produk launching akan diadakan promosi atau
iklan tentang brand image ini untuk mengundang ketertarikan khalayak/ membuat
khalayak penasaran. Setelah launch
akan dibuar pula iklan/promosi tentang setiap produk yang ditawarkan. Jika
memungkinkan akan diberikan promo menarik untuk pengunjung, seperti harga
diskon, atau buy one get one.

 

4.      
Place

Tempat adalah saluran distribusi dimana produk bisa
sampai kepada konsumen. Karena hal itu mengartikan bahwa semua keseluruhan
proses kegiatan memindahkan produk dari produsen ke konsumen, semua terjadi
disini. Tempat yang dijadikan untuk membuka toko kue ini adalah di desa Bulu
Tumbang akses jalan menuju Bandara Hanandjoedin. disni adalah tempat yang
sesuai untuk kenyamanan para pembeli. Jika sasarannya wisatawan, mereka
cenderung akan lapar dan membeli makanan setelah melakukan perjalanan jauh.
Mereka bisa mampir ke tempat toko kue ini untuk sekedar mengganjal perut atau
mencicipi rasa kue khas. Atau ketika wisatawan ingin membeli ole-oleh makanan,
mereka tidak perlu ke kota lagi atau membeli makanan beberapa hari sebelum
berangkat kepulangan. Mereka bisa membeli saat berangkat ke bandara, tanpa
harus memikirkan makanan yang belum tentu awet. Karena kue tidak menggunakan
bahan pengawet, hanya bertahan 3-5 hari atau lebih awet jika dimasukan ke
lemari es.

 

5.      
Partisipan

Setiap orang yang berpastisipasi dalam memasarkan
produk atau dalam strategi pemasaran produk. Para kasir, pelayan, dan
lainnya  baik langsung maupun tidak
langsung selama mereka berpartisipasi dalam memasarkan suatu produk dalam
bisnis tsb, sudah dikatakan sebagai partisipan. Partisipan yang ada ialah
kasir, pelayan, pembuat kue (termasuk yang mengemas dan membeli/menyiapkan
bahan), admin sosmed, management keuangan serta pihak-pihak travel yang
mempromosikan/ membawa wisatawan ke tempat.

 

6.      
Process

Bagaimana proses pelayanan penjual kepada para konsumen.
Dalam pelayanan juga akan diberlakukan SOP untuk menjaga kualitas brand image.
Beberapa diantaranya dalam SOP adalah mengucapkan selamat datang dan selamat
siang/pagi/sore.harus melakukan tegur sapa salam terhadap pengunjung yang
datang. Baik yang membeli maupun tidak.

 

7.      
Physical
Evidence

(bukti/lingkungan fisik). Dalam hal ini lingkungan
mengartikan kondisi atau suasa. Bisa berupa fasilitas, symbol perusahaan, visi,
kekayaan perusahaan, kartu nama dan lainnya yang masih berkaitan dengan
aktivitas memasakrna produk.

Dan
yang harus dijaga secara ketat adalah hal yang dapat mempengaruhi atau dimana
akan menentukan sebuah kualitas yang baik. Hal ini yaitu Assurance atau jaminan, Emphaty
atau empati, Realibility atau
keadaan, Responsive atau daya
tanggap, Tangible atau bukti nyata.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

III.             
HASIL DAN PEMBAHASAN

Jika
dilihat dari Perspektif Konsumen dan Perspektif Pengelola Usaha, penulis sudah
menyesuaikan dan akan dijelaskan sebagai berikut.

 

Perspektif Konsumen:

1.      
Produk
mana yang mendekati kebutuhan saya?

Wisatawan bertujuan untuk berwisata ke suatu tempat,
baik wisata alam, budaya, kuliner, dsb. Karena wiata kuliner belum memenuhi
kebutuhan maka untuk target sasaran wisatawan membutuhkan atau dikenalkan
dengan berbagai macam kue khas Beltung, agar mereka tahu dan mencicipi kue khas
Belitung yang sebenarnya. Untuk target sasaran masyarakat Belitung sendiri,
akan memudahkan masyarkat Belitung untuk memesan dan membeli kue-kue, baik
untuk dikonsumsi sehari-hari maupun untuk sebuah acara. Masyarakat sendiri
tidak perlu bingung mencari tempat pemesanan, dan bisa melihat/mencicipi contoh
kue yang akan dipesan, jika ragu dengan rasa yang tidak cocok.

 

2.      
Bagaimana
saya memahami lebih jauh mengenai produk tersebut?

Jika wisatawan berkunjung ke suatu tempat, ia akan
mencari wisata apa saja yang ditawarkan oleh tempat tersebut. ia mencari atau
ia ditawarkan berwisata. Untuk wisata kuliner masih sangat digemari oleh semua
kalangan dan wisatawan manapun di tempat manapun yang dikunjungi. Maka dengan
mereka tahu bahwa suatu tempat tersebut ada wisata kuliner, pasti akan membuat
mereka penasaran dan ingin mencoba kuliner khas tersebut yaitu produk/ kue khas
yang ditawarkan itu. Terlebih mereka akan sangat ingin mencoba jika kue
tersebut belum banyak diketahui wisatawan luar atau sedang hits/ menjadi pusat incaran wisata kuliner di tempat tersebut.

 

3.      
Dimana
saya dapat membelinya?

Nantinya tempat untuk membuka usaha kue khas Belitung
ini akan bertempat di desa Bulu Tumbang. Jalan menuju Bandara Hanandjoedin.
Mengapa harus di sana? Karena ketika wisatawan sampai ke Pulau Belitung dan
memasuki kota, akan melewati toko kue ni terlebih dahulu. Dipastikan setelah
perjalanan, biasanya orang akan merasakan lapar setelah melakukan perjalanan
lama dan mereka dapat bersinggah ke toko kue ini. Juga ketika ingin membawa
ole-ole mereka bisa membeli langsung sebelum berangkat ke Bandara, dari pada
harus membeli beberapa hari sebelum keberangkatan pulang dan belum tentu produk
atau kue akan awet. Untuk masyarakat setempat sendiri bisa lebih mudah jika
ingin datang ketempatnya langsung, karena akses ke lokasi sangat mudah dan
cepat terjangkau.

 

4.      
Apakah
saya akan mendapat tambahan setelah menjualnya?

Wisatawan bisa menjualnya kembali setelah mereka
membeli, jika kue sesuai dengan lidahnya mereka bisa menjual kembali ke
lingkungan sekitarnya dimana secara tidak langsung mereka memperkenalkan produk
dari brand yang dimiliki toko kue khas Belitung ini, atau mendapat uang
tambahan ketika ada yang menitip untuk membelikan produk tersebut.

 

Perspektif Pengelola
Usaha:

1.      
Produk
apa yang akan kami gunakan?

Produk yang digunakan adalah macam-macma kue khas
daerah Belitung. Kue ini terdiri dari berbagai macam kue basah, maupun berbagai
macam kue kering.

 

2.      
Mengapa
kita membuat produk tersebut?

Karena peluang usaha untuk maju dan berkembang, sangat
besar. Dan masih dalam kategori kemungkinan yang kecil dalam soal persaingan.
Kuliner ini belum ada yang memenuhi kebutuhan masyarakat setempat atau wisata
yang ada. Jadi selain memeperkenalakan budaya dapat juga menambah pemasukan.

 

3.      
Dapatkah
kita membuat sendiri produk tersebut?

Produk ini akan diproduksi sendiri atau yang dikenla
dengan sebutan Home Made, dimana
membutuhkan tenaga ahli atau SDM
masyarakat yang memang handal dalam tehnik membuat kue meski ia tidak tahu apa
saja kue khas daerah Belitung. Atau mereka yang memang sudah mengetahui cara
membuat kue khas daerah Belitung tapi tidak memiliki fasilitas dalam membuat
produk tersebut. Dari pihak perusahaan pula harus memberikan tambahan sumber
daya manusia terhadap karyawan, untuk menambah kualitas perusahaan yang
mempengaruhi produk yang dipasarkan.

 

4.      
Bagaimana
menjangkau pembeli potensial?

Bekerjasama dengan travel untuk mempromosikan tempat,
memberikan kelebihan yang akan mereka dapatkan, dan kelebihan jika saling
bekerjasama dengan pihak tersebut. Dan dengan membuat account toko dibeberapa
social media, untuk mendeskripsikan atau mempromosikan brand image kepada
khalayak juga tentang kue yang ditawarkan agar lebih menarik khalayak.

 

5.      
Apa
yang harus dijelaskan?

Jelaskan tentang seperti apa bentuk produk yang
ditawarkan, baik menggunakan visual maupun nonvisual untuk menarik perhatian,
dari segi warna serta kemasan produk akan didesain sedemikian rupa agar
terlihat sangat menarik, dan mengapa mereka harus mengetahui produk ini. Karena
ini adalah salah satu wisata kuliner, dimana kue ini adalah khas daerah
Belitung dan jika dikaitkan dengan khas daerah itu berarti tidak ditemukan
ditempat lain, dan hanya ditemukan di daerah Belitung.

 

6.      
Apa
brand image?

Brand image dari usaha ini adalah “Jajak Belitong”
dimana kata Jajak

 Berasal dari
kata kue dalam bahasa Belitung. Dan Belitong adalah sebutan Belitung oleh
masyarakat asli. Jadi Jajak Belitung merepresentasikan
tentang berbagai macam kue khas  Belitung.

 

7.      
Perlukah
mengganti brand image atau memperbaiki?

Jika dilihat dari peluang nama yang menarik dan mudah
diingat, maka tidak perlu mengganti brand image ini. Jika brand image nantinya
akan besar juga tidak perlu diganti karena menunjukan bahwa perusahaan tetap
komitmen pada awal tujuan. Dan andai kata terjadi krisis dan mempengaruhi brand
image, kemungkinan brand image diperbaiki tidak untuk diganti sedemikian rupa.

 

8.      
Perlukah
brand image lagi?

Brand image cukup satu agar pelanggan yang sudah tahu,
atau yang sudah membeli tidak lagi bingung, dan hanya mengingat satu brand
saja. Jikalau ingin membuka cabang toko kue maka cukup menggunakan satu brand
image saja. Dan itu pula dapat menunjukan kepada khalayak bahwa perusahaan ini
sudah menguasai pangsa pasar dan sudah mendapatkan kepercayaan di mata khalayak
sendiri.

 

9.      
Bagaimana
memproteksi brand image?

Harus membuat copyright atas brand image yang dimiliki,
agar jika ada yang berusaha mengcopy atau mengambil band image, bisa
diselesaikan secara benar karena copyright sudah berlandaskan hukum. Harus
menjaga kualitas serta kuantitas sangat baik di mata khalayak, dan tidak
membuat brand image menjadi buruk. Cepat tanggap dalam menghadapi krisis yang berhubungan
dengan khalayak. Selalu peka terhadap kondisi pasar. Andai kata ada kesalahan
pada salah satu produk, usahakan untuk tidak mengganggu brand image.

 

10.  
Berapa
harga yang dapat di terima pasar?

Jika dilihat dari wisatawan yang datang ke Belitung
dan penghasilan masyarakat sekitar Rp 1.000.000,- ke atas Belitung itu sendiri,
kisaran harga yang ditawarkan setiap produk/kue Rp 1000 – Rp 2000. Namun harga
segini juga tidak dipatok dari gaji penghasilan masyarakat, tetapi harga yang
terjangkau dari semua kalangan/ penghasilan berapapun dari masyarakat.

 

11.  
Apakah
mereka akan menjual produk kita?

Untuk wisatawan luar sendiri  kemungkinan kecil akan kembali menjual produk
yang mereka beli, tetapi bisa saja ia menjual untuk kepentingannya sendiri,
akan tetapi tidak dengan jumlah yang sangat besar. Namun untuk masyarakat
sendiri ada kemungkinan menjual kembali. Misal catering makanan pesanan acara
pernikahan, mereka tidak memproduksi sendiri namun membeli kuenya, baru
disajikan atau disiapkan untuk pemesan.

 

12.  
Apakah
brand image akan dibawa?

Ketika hanya satu tempat yang baru menjual produk,
maka tempat itu akan menjadi satu-satunya dituju, dan disebarkan. Setiap
pembeli akan menginformasikan produk yang ia beli dengan lingkungan sekitarnya.
Andaikata munculnya pesaing, maka harus sangat menjaga brand image yang baik
agar mereka sendiri memperkenalkan brand image ini.

 

13.  
Apakah
jasa-jasa pendukung yang mereka harapkan?

Seperti mempacking kue yang mereka beli untuk dibawa
pergi dengan lebih praktis. Pemesanan via online agar lebih mudah, dan tidak
perlu repot-repot untuk pergi ke lokasi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

IV.             
KESIMPULAN

Jadi
pelanggan yang akan dituju adalah semua orang/masyarakat yang sedang berada di
daerah Belitung. Dari umur 5 tahun ke atas, baik perempuan maupun laki – laki. Bahwa
itu berarti lokasi pelanggan ada di daerah Belitung. Sedang kemampuan daya beli
pelanggan, kisaran khalayak yang memiliki penghasilan dimulai dari Rp
1.000.000,- ke atas. Pesaing yang memungkin ialah mereka yang menjual makanan
khas daerah Belitung (dimana makanan yang ditawarkan adalah makanan berat.
Kemudian pihak yang menjual makanan ringan (makanan ringan ini terdiri dari berbagai
macam kerupuk olahan ikan) dan beberapa kue kering. Perbedaan produk yang
ditawarkan dengan pesaing adalah kue yang akan ditawarkan betul-betul kue khas
daerah Belitung, dimulai dari kue kering maupun kue basah. Kue untuk konsumsi
sehari – hari maupun kue untuk acara tertentu.

V.                
REFERENSI

 

DAFTAR PUSTAKA

Soegoto, Eddy Soeryanto 2014. Entreprenurship Menjadi
Pebisnis Ulung. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

 

 

Sumber Lain:

–         
http://www.meetechno.com/pengertian-marketing-mix/