Pernikahan di Indonesia tahun 2015. Perampasan hak dasar anak

Pernikahan anak di Indonesia memang
sudah mengkhawatirkan. Diketahui bahwa
seluruh provinsi di pulau Kalimantan termasuk dalam sepuluh besar provinsi dengan
prevalensi perkawinan usia anak tertinggi di Indonesia tahun 2015. Perampasan
hak dasar anak perempuan yang disebabkan menikah sebelum umur 15-18 tahun berdampak pada
meningkatkan
angka kematian ibu, angka kematian bayi, melahirkan bayi malnutrisi, menimbulkan berbagai persoalan
rumah-tangga seperti pertengkaran, percekcokan, konflik berkepanjangan, hingga
dapat mengakibatkan perceraian. Disamping itu, permasalahan tersebut
tentunya akan membawa pada angka ketergantungan (dependency ratio) yang tinggi. Angkatan
kerja yang produktif harus memelihara beban yang besar dari penduduk usia
lanjut dan anak-anak.

Ada
banyak faktor yang menjadi penyebab terjadinya perkawinan usia anak. Minja
Kim Choe et al (2001) dalam east-west center working papers menemukan bahwa
factor-faktor yang bisa memengaruhi wanita untuk melakukan pernikahan dini diantaranya
Usia, Pendidikan wanita, Asal daerah, Pendidikan ayah dan Pendidikan ibu.
Kemudian dalam studi literatur yang dilakukan Plan Internasional Australia
(2014) disebutkan bahwa gender inequality,culture
and beliefs, poverty, scarce economic opportunities and insecurity, crisis,
fragility and emergency and the role of the law berpengaruh terhadap
keputusan keberangsungan perkawinan anak. Selain itu, Masthuriyah Sa’dan (2016)
menyatakan bahwa beberapa alasan seseorang melakukan pernikahan di usia muda
yaitu adanya hukum islam dan hukum adat, kepentingan yang bersifat ekonomi,
rendah nya tingkat Pendidikan, dan budaya patriarki.  Faktor lainnya yang diungkapkan Dewi
Candraningrum (2016) dalam penelitiannya bahwa perkawinan di usia anak dapat
terjadi disebabkan motif agama untuk menghindari zina, Pendidikan anak yang
rendah, ekonomi keluarga, serta kurang nya pengetahuan terhadap system
reproduksi. Sedangkan Armida dewi (2015) menyatakan bahwa factor demografi
seperti pendidikan anak dan status pekerjaannya, faktor ekonomi seperti
klasifikasi daerah tempat tinggal dan pendapatan serta factor media informasi
seperti akses terhadap media social, tv dan radio dapat mempengaruhi usia
perkawinan anak.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Agar penelitian ini dapat dilakukan lebih
fokus, terarah dan mendalam, maka permasalahan penelitian yang diangkat perlu dibatasi objek dan variabelnya. Objek yang diteliti pada penelitian ini yaitu
wanita usia 15-49 tahun berstatus pernah kawin termasuk cerai hidup dan cerai
mati yang mengalami perkawinan pada usia anak dan variabel yang dibatasi berkaitan dengan
faktor sosial
seperti tingkat pendidikan, status pekerjaan, jenis lapangan usaha pekerjaan, dan
faktor ekonomi seperti klasifikasi daerah tempat tinggal dan tingkat
pendapatan untuk menggambarkan status kemiskinan
terhadap perkawinan usia anak di pulau Kalimantan tahun 2016.  Sehingga perumusan
pada masalah ini dapat dirinci tentang gambaran karakteristik perempuan pernah kawin
usia 15-49 tahun yang melakukan perkawinan pertama pada usia anak di pulau Kalimantan tahun 2016 serta variabel
apa saja yang berpengaruh terhadap Usia Kawin Pertama pada perempuan
usia 15-49 tahun yang melakukan perkawinan pertama pada usia anak di Pulau
kalimantan tahun 2016.

1.3
Tujuan Penelitian

Berdasarkan uraian mengenai masalah tersebut, maka
tujuan yang hendak dicapai peneliti dalam penelitian ini ialah :

1.     
Memberikan
gambaran umum mengenai karakteristik perempuan pernah
kawin usia 15-49 tahun yang melakukan perkawinan pertama pada usia anak di pulau Kalimantan berdasarkan faktor social ekonomi.

2.      Mengetahui variabel yang berpengaruh terhadap Usia Kawin
Pertama pada perempuan usia 15-49
tahun yang melakukan perkawinan pertama pada usia anak berdasarkan Multiple
Classification Analysis.

1.4  Sistematika
Penulisan

            Bab I berupa Pendahuluan berisi
subbab latar belakang, identifikasi masalah, tujuan penelitian, dan sistematika
penulisan. Bagian latar belakang memuat “what”,
“why”, “how”. Pada paragraf akhir harus disinggung tentang metode statistik/
tools yang akan digunakan.

Bab II berupa Kajian Pustaka berisi
subbab

1. 

Landasan Teori, Penelitian
Terkait, Kerangka
Pikir, dan Hipotesis
Penelitian. Pada
subbab landasan teori berisi penjelasan teori dari case dan metode yang akan
digunakan secara teoritis. Pada subbab penelitian terkait berisi penelitian
terdahulu berupa metode, variabel, tools yang digunakan dan hasil penelitian
dalam penelitian tersebut.

Bab
III berupa Metodologi berisi subbab Ruang Lingkup
Penelitian, Metode
Pengumpulan data
dan Metode Analisis. Pada Bab III memuat tahapan kegiatan dalam analisis yang mengacu pada
formula-formula yang ada di bab II.

Bab
IV berupa Hasil dan Pembahasan memuat hasil pengolahan berupa tabel dan atau
grafik yang sudah disesuaikan dengan format penulisan, disertai dengan
pembahasan yang diarahkan untuk menjawab tujuan penelitian.

Bab V berupa kesimpulan dan saran dibuat berdasarkan
hasil pembahasan dan disesuaikan dengan tujuan penelitian.